Cara Menghadapi Anak yang Hiperaktif

jual hajar jahanam jakarta – Hiperaktif merupakan keliru satu perilaku yang barangkali dimiliki anak dengan problem Attention Deficit and Hiperactivity Disorder (ADHD). Anak hiperaktif kebanyakan memiliki gejala seperti tidak mampu duduk diam, terus berbicara dan bergerak, serta ada masalah menyelesaikan tugas dan aktifitasnya. Kebanyakan anak ADHD menderita tipe kombinasi dan juga memiliki gejala lain seperti impulsif dan ada masalah berkonsentrasi.

Menghadapi anak hiperaktif mampu jadi tantangan tersendiri bagi orang tua dan guru. Energi mereka yang seperti tidak tersedia habisnya kadang mengakibatkan orang dewasa lelah dan kehilangan kesabaran. Melakukan terapi mampu membantu anak mengendalikan diri dan mengurangi gejala hiperaktif.

 

Anda juga mampu menerapkan tips-tips tersebut untuk menghadapi anak hiperaktif:

 

1.Konsultasi ke dokter untuk memastikan apakah anak Anda memang memiliki ADHD. Diagnosis dini mampu membantu anak menyadari keadaannya dan mendapat perawatan sesegera mungkin. Hindari untuk menyebut mereka hiperaktif tanpa diagnosis resmi berasal dari dokter. Bisa jadi keaktifan mereka tetap didalam batas normal untuk anak seusianya.

 

2.Biasakan anak untuk memiliki kebiasaan harian. Kebanyakan anak, khususnya yang hiperaktif, ada masalah untuk berubah berasal dari kegiatan satu ke kegiatan lain pas rutinitasnya tidak menyadari dan tidak konsisten. Rutinintas dapat membantunya menyadari apa yang dapat berlangsung dan mempersiapkan cara untuk menghadapinya. Cara ini juga membantu Anda untuk selamanya tenang dan menangani ketegangan. Meski demikian, pastikan kebiasaan ini tidak mengakibatkan anak menjadi stres dan tertekan.

 

3.Miliki ketetapan yang menyadari dan konsisten. Anak dengan ADHD perlu ketetapan yang menyadari dan terus menerus untuk mereka pahami dan taati. Anda mampu menghendaki anak untuk merenung dan introspeksi diri tiap-tiap kali mereka melanggar peraturan. Jelaskan kesalahan dan konsekuensi yang mampu ia dapatkan. Bantu anak menyadari pertalian sebab-akibat agar anak menyadari bagaimana perilakunya mampu mempengaruhi lingkungannya.

 

4.Anak dengan ADHD seringkali ada masalah menyelesaikan tugas dan mengikuti peraturan. Berikan pujian atau hadiah pas anak sukses melakukannya. Bantu anak untuk menyadari bahwa ia mampu laksanakan suatu hal dengan baik dan perilakunya memiliki pengaruh positif.

5.Tetapkan tujuan-tujuan kecil. Bantu anak Anda untuk duduk diam dan mengontrol dirinya. Dorong mereka untuk mencoba berkonsentrasi didalam pas singkat, dan menambah periodenya secara bertahap. Ingat bahwa Anda tidak mampu merubah Anda secara instan didalam pas satu malam.

 

6.Ingat bahwa untuk menghadapi anak hiperaktif, Anda perlu selamanya sabar dan menenangkan diri khususnya dahulu. Hindari membentak anak pas mereka laksanakan kesalahan. Bimbing anak untuk mengomunikasikan masalah-masalahnya. Dengarkan dan tanggapi masalahnya meski keluar sepele. Fokuslah untuk membangun pertalian yang baik dengan anak. Sering-seringlah laksanakan kegiatan yang Anda dan anak sukai bersama-sama.

 

7.Biasakan untuk keluar tempat tinggal tiap-tiap hari. Pergi ke taman, taman bermain, atau area terbuka lainnya dimana anak Anda mampu bebas berlarian dengan aman. Olahraga mampu membantu anak berkonsentrasi dan mengarahkan kelebihan energinya ke kegiatan yang tepat.

 

8.Hindari memberi tambahan cola, teh, atau kopi kepada anak. Minuman-minuman ini punya kandungan kafein yang mampu mengakibatkan anak makin aktif. Makanan tinggi gula juga mampu mengakibatkan pelepasan hormon kortisol dan adrenalin. Ganti makanan olahan yang punya kandungan banyak bahan tambahan, pewarna, dan pemanis buatan. Sebaliknya, pilih makanan kaya kalsium dan magnesium seperti sayuran dan kacang-kacangan yang mampu membantu anak selamanya tenang.

 

9.Cobalah batasi kegiatan anak setidaknya satu jam sebelum saat tidur. Ajak mereka laksanakan kegiatan yang lebih tenang. Hindari menyaksikan televisi atau mendengarkan musik keras-keras. Para pakar menilai stimulasi berlebih semacam ini mampu mengakibatkan anak makin aktif. Batasi juga agar anak tidak benar-benar lama menyaksikan televisi sehari-hari.

 

10.Ajari anak untuk senang membaca. Jangan lupa untuk menyediakan buku-buku dengan topik yang ia sukai agar anak rela studi duduk diam. Biarkan anak pilih sendiri apa yang mendambakan ia baca. Sediakan area yang tenang untuk membantunya berkonsentrasi. Membaca buku berbarengan juga mampu mempererat ikatan antara ibu dan anak.

 

11.

Ajarkan anak untuk mengambil nafas dalam-dalam untuk menekan agresivitas dan kemarahan di dalamnya. Bernafas dalam-dalam mampu menambah suplai oksigen ke otak dan menenangkan anak. Cara ini dapat membantunya mengontrol diri dan mencegahnya laksanakan kegiatan yang mampu melukai dirinya sendiri maupun orang lain di sekitarnya. Mengetahui yoga atau tehnik meditasi lainnya juga mampu membantu Anda menghadapi anak hiperaktif.