Cara Jitu Agar Jadi Menantu Kesayangan Mertua

Inilah faktanya, banyak wanita merasa tidak kompak dengan mertuanya, terutama ibu mertua. Beberapa wanita merasa ibu mertuanya suka ikut campur urusan pernikahannya, atau kadang ibu mertua tampak terang-terangan tidak suka. Jika sudah begini, harus bagaimana?

Anda bisa membuat hubungan dengan mertua lebih harmonis dengan beberapa tips ini. Kunci utama untuk menghadapi mertua adalah sabar. Jika Anda ingin menjadi menantu kesayangan, inilah beberapa tips yang bisa Anda coba.

Hormati Mertua

Mertua Anda adalah orang tua Anda juga. Maka hormati mereka seperti jika Anda menghormati orang tua sendiri. Walaupun kadang omongan mertua menyakitkan hati atau sikapnya membuat Anda kecewa, mereka tetap orang tua Anda, mereka tetap orang tua suami Anda. Maka ingatlah bahwa kadang sikap mereka tidak seperti yang Anda harapkan. Namun semua mertua pada dasarnya sama, ingin yang terbaik untuk anak-anaknya. Anggap saja cerewetnya mereka sebagai tanda sayang.

Pentingnya Komunikasi

Seringkali pertengkaran mertua dan menantu terjadi karena kurangnya komunikasi misalnya anda lupa memakai cincin couple yang biasa dipakai. Maka perbaiki hubungan komunikasi Anda dan mertua. Jika Anda dan mertua jarang berkomunikasi, mulailah membicarakan hal-hal yang santai, misalnya menanyakan resep kue kesukaan suami Anda, atau sedikit curhat ringan bisa membuat mertua Anda merasa dihargai. Komunikasi yang baik akan membuat hubungan mertua menantu semakin baik.

Tetap Beri Perhatian

Semakin tua usia seseorang, mereka akan semakin merasa kesepian, apalagi jika anak-anaknya menikah. Ada orang tua yang berpikir bahwa pernikahan akan membuat dirinya jauh dari mereka. Maka tetaplah beri perhatian pada orang tua Anda dan mertua. Sekali waktu teleponlah mereka, tanyakan kabarnya. Beri mereka perhatian sebaik yang Anda bisa. Mereka pasti senang jika Anda dan suami tetap memberi perhatian di tengah kesibukan.

Kadang Batasan Itu Perlu

Banyak wanita mengeluhkan bahwa mertua mereka terlalu ikut campur dalam urusan rumah tangga. Kita tidak bisa menutup mata bahwa hal ini memang sering terjadi. Yang harus Anda lakukan adalah bicara dengan mertua, bahwa ini adalah rumah tangga Anda. Berterimakasihlah pada perhatian yang diberikan mertua pada rumah tangga Anda, namun selebihnya, rumah tangga adalah urusan Anda dan suami. Bicarakan juga hal ini pada suami. Jika anda ingin mencari model cincin nikah silahkan cek di www.tokocincinkawin.com

Mitos Pernikahan: Menikah Itu Sulit Atau Mudah?

Seringkali karena kebanyakan mendengarkan omongan orang tua, kita merasa ‘parno’ pada pernikahan apalagi sudah melaksanankan pertunangan dan memakai cincin tunangan. Kadang pernikahan nampak mudah, tapi kadang terlihat sulit untuk dijalani.

Memang lebih baik pernikahan itu dijalani sendiri, baru kita bisa menilai apakah pernikahan itu sulit atau mudah. Nah agar tak mengalami stres di tahun pertama menikah (dan tahun-tahun setelahnya tentu), coba lakukan beberapa hal berikut ini menurut Dr. Corey Allan yang menulis Making Your Marriage Easy.

Fokus Pada Apa Yang Bisa Anda Tangani

Bila Anda memiliki beberapa hal yang bisa Anda tangani dalam rumah tangga, misalnya memasak, mencari nafkah dan sejenisnya, maka fokus pada hal tersebut. Jangan lupa untuk mengendalikan ego pribadi dan bila Anda wanita, kendalikan jadwal bulanan Anda.

Jangan Diambil Pusing

Yang bisa dimudahkan, lebih baik tidak diambil pusing. Masalah yang menyulitkan Anda dan pasangan, bicarakan dengan baik-baik. Segalanya akan terasa mudah kalau pikiran kita terlatih untuk mengatasi segala hal secara baik-baik.

Ambil Waktu Liburan

Di sela kesibukan Anda dengan pasangan, sisipkan waktu liburan ke tempat yang belum pernah Anda datangi. Hal ini akan memberikan pengalaman baru dan seru, serta mengalihkan Anda dari rasa parno tentang pernikahan.

Sugesti Positif

Jangan terlalu menanggapi dengan serius omongan orang bila Anda belum melakukannya sendiri. Pernikahan pada dasarnya tergantung bagaimana Anda dan pasangan menjalaninya.

Anda Dan Dia Adalah Tim

Berpikirlah Bahwa Anda dan dia adalah tim. Dengan demikian, Anda dan pasangan tidak akan saling mengalahkan dalam berargumen. Tidak hanya cinta yang Anda bina dalam rumah tangga, tapi juga sama-sama belajar untuk dewasa.

Jadi, menikah itu sulit atau mudah? Jalani saja dulu dan coba terapkan beberapa tips di atas. Let’s make a Happy Family. Jika anda ingin mencari cincin silahkan cek di www.spillajewelry.com

Kalau Pacar Akhirnya Melamar, I Do atau Do I?

 

Will you marry me? Ah… Ini adalah kalimat idaman semua orang yang sudah menjalin hubungan cinta apalagi pria tersbut berlutut sambil memberikan cincin lamaran. Siapa yang tidak ingin menghabiskan hidup bersama orang yang dicintai dan mencintai Anda?

Pernikahan adalah satu jenjang lebih serius dibandingkan pacaran. Tentu, berbeda dengan pacaran, Anda dan pasangan akan menapaki pengikatan janji untuk sehidup semati dalam suka dan duka. Karenanya, pernikahan memang membutuhkan banyak sekali persiapan yang matang, dari sisi apapun, budget, mental hingga keyakinan.

Benarkah Anda sudah yakin akan menikah? Benarkah Anda akan memulainya sekarang juga dengan pacar Anda? Pertimbangkan beberapa hal berikut ini sebelum Anda menerima lamaran pacar Anda.

– Motivasi Menikah

Tanyakan pacar Anda, apakah langkah yang kalian Anda ambil tidak terlalu terburu-buru? Apakah motivasi sehingga pacar memberanikan diri untuk mengajak Anda hidup berdua dalam suka dan duka? Bicarakan hal ini dengan hati dan pikiran yang dingin (logis)

– Siapkan Mental dan Fisik

Menikah bukan permainan atau sepele. Ketika Anda memutuskan untuk menikah, pastikan Anda dan pacar mempersiapkan semuanya dengan baik dan serius. Fisik seperti budget, pemikiran akan dibawa ke mana selanjutnya, hingga mental seperti restu dari orang tua dan juga kesiapan batin sendiri.

– Restu

Tentu, untuk menikah Anda harus mendapatkan restu dari orang tua masing-masing. Obrolkan rencana Anda dan pacar bahwa Anda ingin membawa hubungan ini ke jenjang yang lebih serius yaitu pernikahan. Pernikahan tidak hanya menyatukan dua kepala, dua insan dan dua hati namun juga dua keluarga besar. Perhatikan hal ini.

Kalau pada akhirnya Anda merasa tidak siap untuk menikah, tidak perlu khawatir. Anda bisa membicarakannya pada pasangan. Ungkapkan mengapa Anda belum ingin menikah sekarang, dengan begitu pernikahan pun tidak akan terlaksana karena unsur paksaan. Biarkan cinta menyatukan kalian, biarkan hati yang berbicara. Pacar Anda akan mengerti. Lebih baik menunda daripada terburu-buru bukan? Jika anda ingin mencari cincin lamaran silahkan cek di www.spillasilver.com