Menstabilkan Harga Dan Pendapatan Pertanian

Buat menstabilkan harga serta pendapatan penghasil akibat pertanian, berbagai negara poly yang melakukan campur tangan pada penentuan produksi dan harga. Campur tangan tadi dapat dilakukan menggunakan aneka macam cara. Asal cara – cara lain ada 3 yg penting, yaitu:

Membatasi (memilih quota) di tingkat produksi yang dapat dilakukan tiap – tiap Produsen.
Melakukan pembelian – pembelian barang yang ingin distabilkan harganya pada pasaran bebas.
Memberikan subsidi kepada para pembuat apabila harga pasar ialah lebih rendah daripada harga yang disebut sinkron oleh pemerintah.

Membatasi jumlah produksi
Buat menjaga supaya produksi tidak mencapai taraf yang hiperbola sehingga menimbulkan masalah yang meyebabkan kemerosotan pendapatan pembuat akibat pertanian, pemerintah bisa membatasi jumlah produksi yang dibenarkan dicapai para penghasil. Kebijakan membatasi produksi, kalau dibandingkan menggunakan penetuan produksi secara pasar bebas mengakibatkan dua macam perubahan berikut:

Harga barang naik, tetapi
Jumlah yg boleh diproduksi dan dijual para petani berkurang.
Bila permintaan bersifat tidak elastic, maka kebijakan membatasi produksi akan menaikkan pendapatan para petani. Maka dapatlah didesain kesimpulah, bahwa kebijakan membatasi jumlah produksi menggunakan tuuan buat menaikkan pendapatan para petani akan memcapai target bila permintaan terhadap barang yang dibatasi produksinya ialah bersifat tidak elastic

Campur tangan dalam jual beli
Alternatif yg bisa dilakukan pemerintah untuk menstabilkan harga serta menjaga agar petani mendapatkan harga dengan wajar. Buat melakukan jual beli akibat pertanian terutama kedelai yang harganya akan distabilkan. Buat melakukan campur tangan ini pemerintah perlu mendirikan badan yang akan melakukan jual beli barang dan menyimpan stok barang yang akan diperjualbelikan. Dalam problem ini akan dianalisis 2 keadaan menjadi berikut:

pemerintah menstabilkan harga di taraf yang dipengaruhi sang pasar bebas.

Pemerintah menstabilkan harga di tingkat yang lebih unggul/tinggi dari harga keseimbangan pasar bebas

Menstabilkan harga di ekuilibrium pasar bebas
Pada kebijakan ini yang diusahakan pemerintah adalah”didalam jangka panjang, tingkat harga merupakan sama denagn harga keseimbangan yg dipengaruhi olrh pasar bebas”. Jadi, di hakekatnya pemerintah berpendapat bahwa harga yg dipengaruhi sang pasar bebas telah masuk akal dan tidakn perlu diubah. Yang diusahakan pemerintah merupakan agar pada jangka panjang harga yang permanen bisa dipertahankan.

Bagaimana kebijakan ini kepada pendapatan para petani?Adakah akan stabil?Ternyata tidak. Kebijakan ini hanya menstabilkan harga, sedangkan pendapatan para petani menjadi tak stabil. Di waktu produksi tinggi, pendapatan petani juga tinggi serta pada saat produksi rendah, maka pendapatan petani juga rendah.

Buat menstabilkan pendapatan para petani, maka kebijakan jual beli pemerintah haruslah menghasilkan perubahan terhadap harga di presentasi yang sama dengan perubahan produksi. Sekiranya produksi naik 10% maka harga harus diturunkan 10% jua dan sekiranya produksi turun 10% maka pemerintah pula wajib meningkatkan harga sebanyak 10%. Dengan demikian, selesainya pemerintah melakukan campur tangan, elastisitas permintaan yg dihadapi petani kedelai haruslah bersifat uniter. Untuk mencapai tujuan ini maka tingkat harga perlu diadaptasi menggunakan perubahan produksi.

Kebijakan menstabilkan harga tidaklah wajib dilakukan secara kaku, namun perlu dirancang secara lebih fleksibel hingga batas – batas tertentu, perlu ada kebebasan perubahan harga. Hal ini menghindari pihak – pihak partikelir/lain yg akan mengambil laba asal kesulitan – kesulitan yang pada alami sang para petani kedelai.

Menetapkan harga yang lebih tinggi berasal harga ekuilibrium

Kebijakan yg lebih seringkali dilakukan pemerintah ialah menetaapkan harga di tingkat yang lebih tinggi daripada yang ditentukan pasar bebas. Kebijakan harga yg demikian ini dikenal menjadi kebijakan harga minimum atau kebijakan harga terendah. Satu persoalan krusial yg akan ada dalam menjalakan penetapan harga di atas harga keseimbangan merupakan duduk perkara stok surplus produksi yang terus menerus bertambah tinggi. Sekiranya setiap tahun pemerintah perlu membeli kelebihan penawaran, maka dari tahun ke tahun stok surplus produksi akan bertambah poly. Kalau barang ini ditawarkan ke pasar, maka harganya akan bertambah turun atau menurunkan harga. Cara yabg dapt dilakukan supaya harga tetap di tingkat yang dipengaruhi ialah menggunakan melakukan kebijakan membuang atau menghancurkan kelebihan produksi yg dibeli pemerintah ataupun dengan cara mengeksport kelebihan produksi.

Menstabilkan pendapatan dengan subsidi

Duduk perkara stok kelebihan produksi yg terus menerus bertambah akibat asal pembelian pemerintah diatas harga keseimbangan, dapat dihindari menggunakan cara member subsidi pendapatn terhadap para petani. Dengan kebijakan ini, pemerintah tidak memilih harga pasar namun memutuskan harga jaminan yg akan diterima petani buat setiap produksinya. Harga agunan adalah lebih tinggi dari harga kesimbangan dipasar. Jumlah subsidi yg akan diberikan oleh pemerintah buat setiap unit produksi artinya sebanyak perbedaan antara harga jaminan serta harga keseimbangan.