Nikmatnya Kopi Khas Banyuwangi dan Ragam Wisatanya

Sebagai seorang pecinta kopi, pastinya saya sangat senang untuk menikmati ragam kopi baik nasional maupun internasional. Saya bersama dengan teman-teman pernah 2 kali liburan ke Aceh. Di sana selain kami menikmati ragam wisatanya tidak lupa dan harus bagi kami untuk menikmati kelezatan kopi Gayo Aceh. Hmmm sungguh luar biasa nikmatnya.

Pada musim libur kali ini, saya bersama dengan teman-teman pergi berwisata ke Banyuwangi. Tentu saja yang kami tuju tidak hanya wisata di Banyuwangi dimana keindahan panorama alamnya dan juga ombaknya yang dahsyat telah terkenal hingga ke luar negeri. Disamping itu semua pastinya kami ingin menikmati secangkir kopi panas khas Banyuwangi yang disebut-sebut sebagai salah satu kopi terbaik di Indonesia.

Dari Jakarta kami berangkat naik pesawat. Setibanya di Banyuwangi, tanpa banyak permintaan atau keinginan kami langsung menuju ke kedai kopi terbaik di Banyuwangi. Teman saya bilang, jangan ke hotel kalau belum menikmati secangkir kopi panas di sini. Yup, kami semua setuju dan segera menuju ke tempat yang dimaksud. Sesampainya di sana langsung saja kami pesan 5 cangkir kopi. Hmmm uniknya juga cara mereka membuat kopinya. Air mendidih dituang ke dalam gelas yang telah berisi kopi bubuk dan gula, setelah itu, tanpa diaduk langsung disajikan kepada kami.

Mereka bilang ini adalah salah satu cara terbaik untuk membuat secangkir kopi. Tidak boleh diaduk karena akan membuat rasa dari kopi tersebut menjadi berkurang. Betul saja, setelah kami coba untuk menyeruputnya, hmmmm sungguh luar biasa nikmatnya. Memang ada sedikit perbedaan dengan kopi arabica dari tanah Gayo Aceh. Namun, tetap saja kopi arabica khas Banyuwangi adalah salah satu yang terbaik di dunia.

Setelah menghabiskan 2 cangkir kopi dan menikmati beberapa pisang goreng, perjalanan kami lanjutkan untuk menuju ke pantai G Land. Info yang kami terima bahwa pantai ini memiliki ombak yang sungguh menyenangkan. Sebagai orang yang senang sekali berselancar maka kami penasaran banget dengan ombak di pantai G Land. Benar saja, sesampainya di sana kami melihat lengkungan-lengkungan ombak di pantai G Land cukup luar biasa. Membuat kami semua tidak sabar untuk segera berselancar. Namun dikarenakan perlengkapan yang belum memadai karena kami semua belum ke hotel maka hal tersebut dipending hingga besok.

Sesampainya di hotel maka kami memulai rencana selama 5 hari di Banyuwangi. Mulai dari hari pertama yaitu menikmati kopi dan survei pantai. Hari kedua adalah saatnya untuk berselancar. Hari ketiga santai di Pantai Merah. Hari ke-4 wisata ke kebun kopi dan pada hari kelima persiapan pulang ke Jakarta. Yup, kami pikir rencana tersebut cukup baik dan dapat segera dilaksanakan.