Autisme

Autisme

Autisme yaitu masalah perubahan saraf yang begitu variabel, yang pertama kalinya keluar sepanjang masa bayi atau masa kanak-kanak, serta biasanya ikuti perjalanan yang stabil tanpa ada remisi.Grosir Herbal

Beberapa orang dengan autisme bisa begitu terganggu dalam sebagian bagian namun normal, atau bahkan juga lebih unggul, di bagian beda.
Tanda yang pasti baru dengan bertahap diawali sesudah umur enam bulan, jadi terang pada umur dua atau tiga th., serta relatif selalu hingga dewasa, walau seringkali berbentuk yang lebih halus.

Hal semacam ini dibedakan bukanlah oleh satu tanda, namun dengan triad karakter tanda : masalah dalam hubungan sosial ; masalah dalam komunikasi ; serta hoby yang terbatas serta tingkah laku repetitif.
Aspek-aspek beda, seperti makan atipikal, juga umum namun tidak perlu untuk diagnosis.
1. SOSIAL

Defisit sosial membedakan autisme serta masalah berkaitan autisme spektrum (ASD) dari masalah perubahan beda.
Beberapa orang dengan autisme mempunyai masalah sosial serta seringkali kekurangan intuisi mengenai orang yang lain.

Autis terpenting Temple Grandin menerangkan ketakmampuannya untuk mengerti komunikasi sosial, atau mengerti beberapa orang dengan perubahan saraf normal, dengan mengungkap perasaan nya ” seperti seseorang antropolog di Mars “.

Perubahan sosial yg tidak umum jadi terang pada awal masa kanak-kanak.
Bayi autis tunjukkan kurang memerhatikan rangsangan sosial, kurang seringkali tersenyum serta lihat orang yang lain, serta tanggapan kurang untuk nama mereka sendiri.

Balita autis berlainan lebih mencolok dari beberapa etika sosial ; umpamanya, mereka mempunyai kontak mata kurang serta, serta tidak mempunyai kekuatan untuk memakai pergerakan simpel untuk mengekspresikan diri, seperti menunjuk suatu hal.

Anak tiga – lima th. dengan autisme relatif kurang mungkin saja tunjukkan pemahaman sosial, pendekatan ke orang yang lain dengan spontan, mengikuti serta menyikapi emosi, berkomunikasi nonverbal, serta ambil giliran dengan orang yang lain.

Anak-anak serta orang dewasa dengan ASD lakukan hasil jelek pada tes pengenalan muka serta emosi
Anak-anak dengan autisme berperan tinggi menanggung derita lebih intens serta seringkali kesepian dibanding dengan beberapa rekanan non-autis, walau keyakinan umum kalau anak autis lebih sukai menyendiri.

Buat serta pelihara persahabatan seringkali dapat dibuktikan jadi susah untuk mereka dengan autisme.
Untuk mereka, kwalitas persahabatan, bukanlah jumlah rekan, memperkirakan bagaimana mereka terasa kesepian.
Persahabatan fungsional, seperti yang menyebabkan undangan ke pesta, bisa memengaruhi kwalitas hidup lebih dalam.

2. Komunikasi

Sekitaran 1/3 hingga 1/2 individu dengan autisme tidak meningkatkan bicara alami yang cukup untuk penuhi keperluan komunikasi keseharian mereka.
Ketidaksamaan dalam komunikasi mungkin saja ada dari th. 1 kehidupan, serta mungkin saja termasuk juga onset terlambat dari mengoceh, gerak badan yg tidak umum, tanggapan kurang, serta alur vokal yg tidak sinkron dengan pengasuh.

Pada beberapa th. ke 2 serta ke 3, anak autis mempunyai kurang seringkali serta kurang bermacam mengoceh, konsonan, kalimat, serta gabungan kata ; pergerakan mereka kurang seringkali terintegrasi dengan kalimat.
Anak-anak dengan autisme relatif untuk kurang buat keinginan atau sharing pengalaman, serta lebih mungkin saja untuk cuma mengulang kalimat orang yang lain (echolalia) atau membalikkan kata ganti.

3. Tingkah laku berulang

Individu autis menghadirkan beragam bentuk tingkah laku repetitif atau terbatas, yang RBS-R mengkategorikan seperti berikut :

-Stereotypy yaitu pergerakan berulang, seperti tangan mengepakkan, menggulingkan kepala, atau tubuh goyang.
-Perilaku kompulsif berniat serta ikuti ketentuan, seperti mengatur objek dalam tumpukan atau garis.
-Kesamaan yaitu resistensi pada perubahan ; umpamanya, bersikeras kalau perabotan tidak bisa dipindahkan atau menampik untuk diganggu.
-Perilaku ritualistik melibatkan alur yang tetaplah dari aktivitas keseharian, seperti menu tidak beralih atau ritual ganti pakaian.
-Perilaku terbatas, dibatasi dalam konsentrasi, ketertarikan, atau aktivitas, seperti keasyikan dengan program tv tunggal, mainan atau permainan.
-Cedera diri termasuk juga beberapa gerakan yang melukai atau dapat melukai orang, seperti menusuk mata, menusuk kulit, menggigit tangan serta membenturkan kepala

Tanda lain

Individu autis mungkin saja mempunyai tanda yang berdiri sendiri pada diagnosis, namun yang bisa memengaruhi individu atau keluarga.

Diprediksikan 0, 5% hingga 10% dari individu dengan ASD tunjukkan kekuatan yg tidak umum, dari mulai ketrampilan sempalan seperti menghafal dengan detil dengan bakat mengagumkan.

Beberapa orang dengan ASD tunjukkan ketrampilan unggul dalam persepsi serta perhatian, relatif pada populasi umum.
Kelainan sensoris diketemukan di lebih dari 90% dari mereka dengan autisme, serta dipandang feature inti oleh sebagian, walau tak ada bukti yang baik kalau tanda sensorik membedakan autisme dari masalah perubahan lain

Diprediksikan 60% -80% dari orang autis mempunyai sinyal tanda motor yang mencakup tonus otot lemah, rencana motorik yang jelek, serta jalan dengan ibu jari kaki.
Defisit dalam koordinasi motorik berada di semua ASD serta semakin besar dalam autisme.

Tingkah laku makan yg tidak umum berlangsung pada sekitaran tiga perempat dari anak-anak dengan ASD, sejauh itu terlebih dulu tanda diagnostik.
Selektivitas yaitu problem yang paling umum, walau ritual makan serta penolakan makanan juga berlangsung ;
TANDA-TANDA AUTIS
Sebelumnya anak berusia tiga th., pengamat yang jeli bisa lihat sinyal tanda autisme.
Sebagian anak-anak berkembang normal hingga usia 18-24 bulan serta lalu berhenti atau kehilangan ketrampilannya.
Sinyal tanda ASD bisa meliputi :

-Gerakan berulang (goyang atau berputar-putar)
– Hindari kontak mata atau sentuhan fisik
-Keterlambatan dalam belajar untuk berbicara
-Mengulangi kata atau frase (echolalia)
-Menjadi geram bila ada perubahan kecil